Sosiologi Kehutanan (Nilai Sosial, Sistem Sosial, Interaksi Sosial, Struktur Sosial, Perilaku Sosial, dan Perubahan Sosial)

Makalah Sosiologi Kehutanan                                                                           Medan, November 2018
RESUME SOSIOLOGI KEHUTANAN
MASYARAKAT SEKITAR HUTAN
Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S. Hut., M. Si
Oleh:
Claudia Retina Munthe
161201071
KSH 5



DEPARTEMEN KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2018
NILAI SOSIAL
            Nilai sosial merupakan suatu konsep abstrak di diri manusia tentang apa yang dianggap baik dan dianggap buruk, indah atau tidak indah, dan benar atau salah.
            Penentu apakah sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak mesti melewati proses menimbang terlebih dahulu. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kebudayaan di masyarakat itu sendiri. Maka sudah wajar jika terdapat perbedaan tata nilai antara masyarakat satu dengan yang lain.
Pengertian Nilai Menurut para Ahli
Kimball Young: Nilai adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari mengenai apa yang dianggap penting di dalam masyarakat.
A.W.Green: Nilai adalah kesadaran yang secara relatif berjalan disertai emosi terhadap objek.
Woods: Nilai adalah petunjuk umum yang sudah lama berjalan serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
M.Z.Lawang: Nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, berharga, yang pantas, dan bisa memengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut.
Hendropuspito: Nilai adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena memiliki daya guna fungsional untuk perkembangan kehidupan manusia.
Karel J. Veeger: Menyatakan sosiologi memandang nilai-nilai sebagai pengertian-pengertian (sesuatu di dalam kepala orang) mengenai baik tidaknya perbuatan-perbuatan. Jadi, nilai adalah pertimbangan moral atau hasil penilaian.
Ciri-ciri nilai sosial diantaranya sebagai berikut:
·       Bisa memengaruhi pengembangan diri sosial
·       Mempunyai pengaruh yang beragam antar warga masyarakat.
·       Cenderung berkaitan satu dengan yang lain.
·       Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar).
·       Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
·       Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antar warga masyarakat.
·       Disebarkan diantara warga masyarakat (bukan bawaan sejak lahir).
·       Bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain

Sumber Nilai Sosial

Adanya nilai sosial di dalam masyarakat bersumber kepada 3 hal, yaitu Tuhan, masyarakat, dan individu.
1. Nilai yang Bersumber dari Tuhan
Sumber nilai ini diketahui melalui ajaran agama yang tertulis di dalam kitab suci. Terdapat nilai yang bisa memberikan pedoman dalam bertingkah laku dan bersikap dengan sesama di dalam ajaran agama. Contoh: adanya nilai kasih sayang, ketaatan, hidup sederhana, kejujuran, dan sebagainya. Nilai yang bersumber dari Tuhan dikenal dengan nilai theonom.
2. Nilai yang Bersumber dari Masyarakat
Masyarakat bersepakat mengenai suatu hal yang dianggap baik dan luhur, lalu dijadikannya sebagai pedoman dalam berperilaku sehari-hari. Contoh: sopan dan santun kepada orang tua. Nilai yang bersumber dari hasil kesepakatan banyak orang disebut nilai heteronom.
3. Nilai yang Bersumber dari Individu
Dasarnya memang setiap individu mempunyai suatu hal yang baik, penting, dan luhur. Contohnya gigih dalam bekerja. Seseorang menganggap bahwa kerja keras merupakan hal yang penting untuk meraih keberhasilan. Seiring berjalannya waktu, nilai in diikuti oleh orang lain dan akhirnya akan nilai tersebut menjadi milik bersama. Kenyataannya, nilai sosial yang berasal dari individu sering “ditularkan” dengan cara memberi contoh perilaku sejalan dengan nilai yang dimaksud. Nilai yang bersumber dari individu disebut nilai otonom.
Fungsi nilai sosial yaitu:
·       Sebagai media pengawas, dengan daya tekan dan daya ikat nilai bisa menuntun bahkan menekan manusia untuk berbuat baik dalam kehidupan bermasyarakat.
·       Penentu akhir bagi orang atau grup dalam memenuhi peran sosialnya di kehidupan bermasyarakat.
·       Sebagai alat solidaritas bagi anggota-anggota kelompok dalam masyarakat.
·       Membentuk pola pikir dan pola tingkah laku anggota-anggota masyarakat.
·       Menyumbangkan seperangkat alat yang bisa digunakan untuk menetapkan derajat sosial dari orang atau perorangan atau grup di kehidupan masyarakat.
Di kehidupan bermasyarakat, nilai mempunyai peran penting yaitu:
1.    Sebagai petunjuk arah untuk bersikap/bertindak.
2.    Sebagai acuan dan sumber motivasi untuk melakukan sesuatu.
3.    Mengarahkan masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan nilai yang berlaku di lingkungannya.
4.    Pendorong, pengawas, dan penekan individu untuk berbuat baik.
5.    Alat solidaritas untuk mendorong kerjasama masyarakat sehingga dapat meraih tujuan yang tidak bisa dicapai sendiri.
Pembagian Nilai
Menurut Prof. DR. Notonegoro
1.    Nilai Material: sesuatu yang berguna untuk unsur fisik. Contoh : sandang, pangan, dan papan.
2.    Nilai Vital: sesuatu yang berguna dalam kegiatan tertentu. Contoh: baju olah raga ketika ada kegiatan olahraga.
3.    Nilai Kerohanian: sesuatu yang berguna bagi batin atau nurani manusia. Contoh : akal, estetika, dan religi.
Menurut Bentuk dan Wujud
1.    Nilai material atau jasmani: nilai konkret. Contoh: gedung, jembatan, dan alat elektronik.
2.    Nilai immaterial atau rohani: nilai abstrak. Contoh: ideologi, politik, dan religi.
Menurut Cirinya
1.    Nilai dominan atau penting: banyak orang yang menganut nya, lamanya orang menganut nilai tersebut, tinggi rendah usaha mencapai nya, kebanggaan orang menggunakan nilai itu
2.    Nilai mendarah daging atau internalized value: nilai yang sudah menjadi kepribadian dan kebiasaan seseorang. Ketika dilanggar akan merasa bersalah atau kecewa. Misalnya: seorang ayah yang tidak bisa menyelamatkan anak nya yang tenggelam di sungai.



SISTEM SOSIAL
A. Pengertian Sistem Sosial
Yang dimaksud sistem sosial adalah semua unsur sosial yang saling berhubungan antara satu sama lain dan dimana hubungan tersebut saling mempengaruhi dalam kesatuan sosial. Dalam sistem sosial setidaknya harus ada dua orang atau lebih, yang saling berinteraksi satu sama lain, memiliki tujuan dari interaksi tersebut, memiliki struktur, simbol dan tujuan bersama. Atau sistem sosial bisa di artikan sebagai bagian-bagian yang saling berhubungan, masing-masing bekerca sendiri dan saling mendukung dan bertujuan untuk mencapai tujuan bersama.
Contoh sistem sosial misalnya seperti yang dapat kita ambil dari masyarakat pada lingkungan sekitar kita, misalnya seperti pada sistem yang ada di suatu Universitas atau Sekolah, lalu bisa juga di dalam masyarakat seperti adanya kecamatan, kelurahan, Rukun Warga, dan Rukun Tetangga.
Apa itu sistem sosial?
Lalu contoh lain dari sistem sosial yaitu adanya seorang individu yang hidup bersama dengan individu lainnya, minimal ada dua orang individu. Individu tersebut saling berinteraksi antara satu sama lain sehingga terjadi adaptasi dan terbentuk pengorganisasian, lalu muncul-lah pada setiap individu rasa persatuan, dan mereka juga sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan. Suatu kelompok dapat dikatakan sebagai sistem sosial, dan yang paling penting dalam kelompok tersebut terdapat interaksi. Interaksi tersebut misalnya seperti kerjasama, persaingan, persahabatan, dan sebagainya. Hal seperti itu merupakan beberapa contoh dari sistem sosial yang dapat kita temui dilingkungan sekitar kita.
B. Masyarakat Sebagai Sistem Sosial
Kita ketahui bahwa masyarakat merupakan himpunan manusia yang di dalamnya saling berinteraksi atau saling berhubungan antara satu sama lain dan terikat oleh aturan serta memiliki kebiasaan bersama. Tentunya kehidupan yang ada dalam masyarakat merupakan salah suatu sistem sosial, karena pada masyarakat terdapat unsur-unsur sistem sosial. Karena dalam masyarakat orang-orang akan saling berhubungan, saling berinteraksi antara satu sama lain dalam suatu keseluruhan serta memiliki tujuan bersama. Selama setiap individu yang ada dalam masyarakat saling memiliki ketergantungan satu sama lain dan masih mempunyai kesamaan perilaku maupun tujuan maka fungsi unsur-unsur sosial masih dijalankan. Dengan memiliki ketergantungan antara satu sama lain, maka setiap individu akan memiliki arti yang sangat penting terhadap kehadiran individu yang lainnya.
Selain itu kerjasama antara pemerintah dan masyarakat maka dapat menghasilkan kinerja yang baik terutama untuk mengatasi berbagai masalah sosial yang ada di dalam masyarakat, karena sangat sulit jika pemerintah menyelesaikan persoalan sosial tanpa bantuan dan dukungan dari masyarakat, maupun sebaliknya. Unsur-unsur sistem sosial pada masyarakat misalnya seperti: status, peranan, keyakinan, perbedaan, dll. 



INTERAKSI SOSIAL
            Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi karena pada hakikatnya pasti membutuhkan peran manusia-manusia lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, ketika kamu sedang drop karena nilai-nilai mata pelajaran rendah, pastinya temanmu adalah tempat yang pas untuk mencurahkan hati dan perasaan untuk kemudian mendapatkan saran.
Interaksi kelompok belajar. (Sumber: fahdisjro.com)
Definisi Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu maupun kelompok, atau kelompok dengan kelompok. Interaksi sosial terwujud dalam aksi dan reaksi. Adapun interaksi sosial menurut para ahli yaitu:
Ciri-ciri Interaksi Sosial
1.    Ada pelaku dengan jumlah lebih dari satu orang. Proses interaksi sosial tidak dapat terjadi ketika hanya terdapat satu orang. Proses interaksi baru akan terjalin ketika terdapat individu yang berinteraksi dengan individu lain.
2.    Ada komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol-simbol. Proses interaksi sosial melibatkan komunikasi yang dijalin oleh individu/kelompok tidak hanya secara lisan, akan tetapi komunikasi dapat dilakukan dengan menggunakan simbol-simbol tertentu melalui gestur tubuh atau isyarat.
3.    Ada dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa mendatang) yang menentukan sifat aksi yang sedang berlangsung. Proses interaksi sosial melibatkan dimensi waktu yang terjadi, artinya interaksi sosial pernah terjadi di masa lampau, interaksi sosial dapat terjadi di masa kini, dan pada masa yang akan datang interaksi sosial juga terjadi.
4.    Ada tujuan-tujuan tertentu. Para pelaku memiliki tujuan dalam menjalin interaksi sosial. Misalnya, di pasar terjadi interaksi antara penjual dengan pembeli. Pembeli memiliki tujuan untuk mendapatkan suatu barang yang ia butuhkan dalam berinteraksi dengan penjual. Sementara, penjual memiliki tujuan untuk menawarkan barang hingga terjual kepada pembeli dalam berinteraksi.
Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Menurut Gillin, interaksi sosial terjadi ketika memenuhi dua syarat, yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi.
1. Kontak Sosial
Pada dasarnya kontak sosial adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain. Hal tersebut merupakan awal terjadinya interaksi sosial di mana masing-masing pihak saling bereaksi meski tidak harus bersentuhan secara fisik. Sederhananya, kontak sosial adalah sebuah cara yang dilakukan seseorang dalam proses interaksi sosial. Kontak sosial dibedakan:
·       Kontak sosial langsung (kontak sosial primer) merupakan hubungan timbal balik antarindividu atau antarkelompok yang terjadi secara fisik (tatap muka). Misalnya, berbicara dan berjabat tangan.
·       Kontak sosial tidak langsung (kontak sosial sekunder) merupakan hubungan timbal balik antarindividu atau antarkelompok melalui perantara, seperti komunikasi melalui media seperti telepon, chatting, ataupun menyampaikan pesan lewat orang lain.
2. Komunikasi
Jika kontak sosial adalah suatu cara dalam berinteraksi sosial, maka komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi upaya saling memengaruhi antara keduanya. Komunikasi dapat dibedakan menjadi 2:
·       Komunikasi verbal merupakan bentuk komunikasi secara lisan maupun tertulis seperti berbicara dan surat-menyurat.
·       Komunikasi nonverbal merupakan bentuk komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol atau gestur tubuh, seperti menyapa teman dengan melambaikan tangan.
Faktor Pendorong Interaksi Sosial
Interaksi sosial tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai dasar timbulnya interaksi sosial. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial.
Bentuk pendorong interaksi sosial (Sumber: bhinnekaceria.com)
1. Imitasi
Imitasi adalah suatu proses belajar dengan cara meniru atau mengikuti perilaku orang lain. Contoh: Seorang anak yang bercita-cita menjadi seorang dokter berpenampilan menggunakan pakaian dokter seolah dirinya berperan sebagai dokter.
2. Identifikasi
Identifikasi adalah suatu dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain. Proses identifikasi memerlukan suatu figur yang ideal bagi pelakunya.
Contoh: Seorang pria asal Indonesia yang bernama Adam Jackson secara keseluruhan menyerupai sosok sang idola Michael Jackson dari mulai penampilan fisik sampai dengan perilakunya.
3. Sugesti
Sugesti adalah suatu pendapat, pandangan, dan sikap yang diberikan pada orang lain dan diterima oleh pihak lain sehingga orang tersebut mengikuti pandangan/pengaruh tersebut. Contoh: Anjuran dokter kepada pasiennya yang kemudian diikuti oleh pasien tersebut.
4. Simpati
Merupakan rasa tertarik pada orang lain yang seolah-olah berada dalam keadaan orang lain yang dapat memunculkan perasaan emosional tertentu (sedih, senang). Contoh: Roni merasa kasihan ketika mengetahui temannya sakit.
5. Empati
Adalah kepedulian terhadap orang lain atau kelompok lain yang ditandai dengan tindakan nyata. Contoh: Aldi menolong temannya yang terjatuh dari sepeda motor hingga membawanya ke rumah sakit terdekat.
Interaksi sosial dapat terjadi di mana saja, bisa di ruang kelas, warung makan, tempat ibadah, tempat hiburan, dan lain sebagainya. Dengan mengetahui dan memelajari pengertian interaksi sosial serta ciri-ciri dan faktor pendorongnya, diharapkan kalian dapat menentukan bentuk interaksi sosial seperti apa yang ideal dan yang positif. 



STRUKTUR SOSIAL
             Seperti yang kita ketahui bersama bahwa manusia sejatinya tidak bisa hidup sendiri, melainkan harus dengan bantuan orang lain. Bahkan bisa dibilang bahwa dari kita lahir sampai meninggal juga membutuhkan bantuan manusia lain.
Misalnya saat kita lahir, orang lain yang mengurus kita. Saat kita mati juga orang lain yang memandikan, memakaikan kain kafan ke jenazah kita, serta mengantar dan menguburkan kita ke alam kubur.
Struktur sosial berasal dari kata “structum” yang mempunyai arti menyusun. Struktur sosial merupakan tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial di dalam kehidupan masyarakat, dimana didalamnya terdapat hubungan timbal balik.

Pengertian Struktur Sosial Menurut Para Ahli

Menurut E. R. Lanch: cita-cita tentang distribusi kekuasaan diantara individu dan kelompok sosial.
Menurut Raymond Flirth: merupakan pergaulan hidup manusia yang meliputi beragam tipe kelompok yang terjadi dari banyak orang dan meliputi lembaga-lembaga dimana banyak orang mengambil bagian didalamnya.
Menurut Kornblum: pola perilaku individu dan kelompok, yaitu perilaku berulang-ulang yang menciptakan hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat.
Menurut Soerjono soekanto: sebuah hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan peranan-peranan sosial.
Menurut William Kornblum: susunan yang bisa terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku individu.

Bentuk-Bentuk Struktur Sosial

Bentuk struktur sosial ada 2 macam yaitu:

Stratifikasi Sosial

Merupakan struktur di dalam masyarakat yang memisahkan masyarakat menjadi tingkatan-tingkatan tertentu. Kriteria yang digunakan seperti tingkat pendidikan, kekayaan, atau kekuasaan.
Menurut Cuber, stratifikasi sosial muncul karena perbedaan hak individu. Sedangkan Max Webermengatakan stratifikasi sosial disebabkan karena kekuasaan, hak istimewa, dan prestis.
Macam-macam stratifikasi sosial:
·       Stratifikasi sosial tertutup, merupakan stratifikasi sosial yang tidak memungkinkan adanya perpindahan posisi.
·       Stratifikasi sosial terbuka, merupakan stratifikasi yang memungkinkan adanya perpindahan baik naik atau turun, contohnya seorang buruh berubah menjadi pengusaha sukses.
·       Stratifikasi sosial campuran, merupakan stratifikasi sosial yang timbul karena bertemu nya 2 stratifikasi.

Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial merupakan penggolongan masyarakat didasarkan karena perbedaan tertentu yang biasanya sejajar. jenis diferensiasi sosial adalah ras, suku bangsa, klen, agama, profesi/pekerjaan dan jenis kelamin.
Unsur Struktur Sosial
Menurut Charles P. Loomis, struktur sosial terbentuk oleh 10 unsur penting, yaitu adanya:
1.    Perasaan solidaritas anggota-anggota masyarakat.
2.    Cita-cita dan tujuan yang sama dari masyarakat.
3.    Sarana atau alat-alat perlengkapan sistem sosial, seperti pranata sosial dan lembaga.
4.    Kedudukan dan peranan sosial yang mengarahkan pola-pola perilaku masyarakat.
5.    Sistem sanksi yang berisi ganjaran dan hukuman dalam sistem sosial, sehingga norma tetap terpelihara.
6.    Sistem ketegangan, konflik, dan penyimpangan yang mendampingi adanya perbedaan kemampuan dan persepsi masyarakat.
Ciri-Ciri Struktur Sosial
·       Bersifat abstrak
·       Terdapat dimensi vertikal dan horizontal.
·       Meliputi seluruh kebudayaan dalam masyarakat.
·       Mencakup seluruh hubungan sosial antara individu pada saat tertentu.
Beberapa fungsi struktur sosial dalam kehidupan masyarakat sebagai berikut:
·       Berfungsi sebagai pengawas sosial.
·       Berfungsi sebagai ciri/karakteristik dari suatu kelompok masyarakat.
·       Berfungsi sebagai rantai sistem yang menghubungkan setiap aspek dalam kehidupan agar lebih teratur.

Contoh struktur sosial

Beberapa contoh struktur sosial yang dibedakan dari statusnya:

Ascribed Status adalah status yang diberikan kepada seseorang oleh masyarakat tanpa melihat karakteristik atau bakat unik orang tersebut, melainkan diperoleh secara otomatis melalui keturunan. Contoh : Keturunan kerajaan, kasta.

Achieved Status adalah status yang diperoleh seseorang karena usaha pribadi, usaha tersebut seperti bersekolah, menciptakan sesuatu. Status ini diperoleh melalui perjuangan. Contoh : guru, mahasiswa, dokter, hakim, dll.

Assigned Status adalah status yang diberikan kepada seseorang karena telah berjasa kepada masyarakat. Contoh : Peraih nobel, pahlawan, peraih gelar Doktor HC, dll



PERILAKU SOSIAL
Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan/atau genetika.
Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang. Dalam sosiologi, perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak ditujukan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu tindakan sosial manusia yang sangat mendasar.
Perilaku sosial adalah suasana saling ketergantungan yang merupakan keharusan untuk menjamin keberadaan manusia. Sebagai bukti bahwa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup sebagai diri pribadi tidak dapat melakukannya sendiri melainkan memerlukan bantuan dari orang lain. Oleh karena itu, manusia dituntut mampu bekerja sama, saling menghormati, tidak mengganggu hak orang lain, toleran dalam hidup bermasyarakat.
Perilaku sosial seseorang tampak dalam pola respons antar orang yang dinyatakan dengan hubungan timbal balik antar pribadi. Perilaku social juga identik dengan reaksi seseorang terhadap orang lain. Perilaku tersebut ditunjukkan dengan perasaan, tindakan, sikap, keyakinan, kenangan, atau rasa hormat terhadap orang lain. Sebagai contoh, dalam melakukan kerjasama, ada orang yang melakukannya diatas kepentingan pribadinya, ada orang yang bermalas-malasan, tidak sabar dan hanya ingin mencari untung sendiri.
Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk sosial. Sejak dilahirkan, manusia membutuhkan pergaulan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Pada perkembangan menjuju kedewasaan, interaksi sosial diantara manusia dapat merealisasikan kehidupannya secara individual. Hal ini dikarenakan jika tidak ada timbal balik dari interaksi social, maka manusia tidak dapat merealisasikan potensi-potensinya sebagai sosok individu yang utuh sebagai hasil interaksi sosial. Potensi-potensi yang dimiliki seseorang dapat diketahui dari perilaku kesehariannya. Pada saat bersosialisasi maka yang ditunjukkannya adalah perilaku sosial. Pembentukan perilaku sosial seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal.
Pada aspek eksternal situasi sosial memegang peranan yang cukup penting. Situasi sosial diartikan sebagai setiap situasi dimana terdapat saling hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain. Dengan kata lain setiap situasi yang menyebabkan terjadinya interaksi sosial bisa dikatakan sebagai situasi sosial. Contoh situasi sosial misalnya di lingkungan pasar, pada saat rapat, atau dalam lingkungan pembelajaran.
Baron dan Byrne berpendapat bahwa ada empat kategori utama yang dapat membentuk perilaku sosial seseorang, yaitu :
1.      Perilaku dan karakteristik orang lain
Jika seseorang lebih sering bergaul dengan orang-orang yang memiliki karakter santun, ada kemungkinan besar ia akan berperilaku seperti kebanyakan orang-orang berkarakter santun dalam lingkungan pergaulannya. Pada aspek ini guru memegang peranan penting sebagai sosok yang akan dapat mempengaruhi pembentukan perilaku sosial siswa, karena ia akan memberi pengaruh yang cukup besar dalam mengarahkan siswa untuk melakukan sesuatu perubahan.
2.      Proses kognitif
Ingatan dan pikiran yang memuat ide-ide dan pertimbangan yang menjadi dasar kesadaran social seseorang akan berpengaruh terhadap perilaku sosialnya.
3.      Faktor lingkungan
Lingkungan alam terkadang dapat mempengaruhi perilaku social seseorang. Misalnya orang yang berasal dari daerah pegunungan yang terbiasa berkata keras, maka perilaku sosialnya seolah keras pula ketika berada di lingkungan masyarakat yang terbiasa lembut dan halus dalam bertutur kata.
4.      Latar budaya sebagai tempat perilaku dan pemikiran social itu terjadi
Bentuk dan perilaku sosial seseorang dapat pula ditunjukkan oleh sikap sosialnya. Sikap sosial dinyatakan oleh cara kegiatan yang sama dan berulang terhadap obyek sosial yang menyebabkan terjadinya cara tingkah laku yang dinyatakan berulang terhadap salah satu obyek sosial.
Berbagi bentuk dan jenis perilaku social seseorang pada dasarnya merupakan karakter atau cirri kepribadian yang dapat teramati ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain. Seperti dalam kehidupan berkelompok, kecenderungan perilaku social seseorang yang menjadi anggota kelompok akan terlihat jelas diantara anggota kelompok lainnya.



PERUBAHAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT
Dalam kehidupan masyarakat pasti akan terjadi sebuah perubahan sosial, karena masyarakat merupakan suatu proses evolusi dan perkembangan. Perubahan ini sebenarnya berlangsung sejak puluhan atau bahkan ratusan tahunyang lalu. Menurut Morris Ginsberg, perubahan sosial dalam masyarakat dipengaruhi oleh:
·       Kebutuhan dan kesadaran individu untuk berubah.
·       Tindakan individu yang dipengaruhi oleh perubahan kondisi.
·       Perubahan dan tekanan stuktural.
·       Perubahan luar (kontak kebudayaan).
·       Pengaruh tokoh.
·       Pengaruh elemen-elemen individu atau kelompok.
·       Berkembangnya tujuan umum.
Dilihat dari waktu dan prosesnya, perubahan dalm masyarakat di bagi menjadi 2 (yaitu):
·       Evolusi: perubahan lambat dan bertahap contoh: Evolusi manusia.
·       Revolusi: perubahan secara cepat dan menyeluruh. Contoh: Refolusi.
Dilihat dari jenisnya, ada 3 perubahan yang pasti terjadi dalam masyarakat:
·      Perubahan Struktur Sosial.
·      Perubahan Struktur dan Fungsi Masyarakat.
·      Perubahan Kebudayaan.
Ada beberapa contoh perubahan sosial yang sering terjadi pada tiap-tiap masyarakat, diantaranya:
·      Perubahan komposisi penduduk, keluarga, dan masyarakat. Contoh: Pada saat mengalami komposisi penduduk muda (berubahnya kelahiran).
·      Perubahan struktur. Contoh: ketimpangan Sosial, kekuasaan dan interaksi sosial yang mulai luntur pada hubungan sossial masyarakat kota.
·      Perubahan fungsi. Contoh: Spesialisasi dan diferensiasi sosial.
·      Perubahan batas sosial. Contoh: Kelompok sosial, kriteria keanggotaan, demokratisasi anggota.
·      Perubahan antar sub sistem. Contoh: penguasaan rezim politik, kontrol keluarga dan rakyat oleh pemerintah otoriter.
·      Perubahan lingkungan. Contoh: kerusakan ekologi, gempa bumi, dan wabah penyakit.
Disadari atau tidak suatu perubahan sosial sedang tumbuh dalam kehidupan kita, dimana semua individu akan selalu berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan itu sendiri. Kadang perubahan itu dapat menimbulkan berbagai masalah dalam masyarakat. Orang-orang atau lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat ada yang dapat menyesuaikan diri dengan cepat, ada pula yang tidak dan sulit untuk menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Oleh karena itu, perubahan sosial dapat mengakibatkan disorganisasi yaitu cara-cara yang lama atau tradisional akan hilang dan tidak digunakan, kemudian akan digeser dengan cara-cara yang baru yang akan terus berubah mengikuti perkembangan itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.pengertianku.net/2017/09/pengertian-sistem-sosial.html. Di akses pada tanggal 21 Oktober 2018 pukul 19.20 WIB.

https://blog.ruangguru.com/apa-itu-interaksi-sosial.  Di akses pada tanggal 21 Oktober 2018 pukul 19.10 WIB.

http://www.yuksinau.id/nilai-sosial. Di akses pada tanggal 21 Oktober 2018 pukul 19.00 WIB.

http://www.yuksinau.id/struktur-sosial. Di akses pada tanggal 21 Oktober 2018 pukul 19.25 WIB.

Rohman, Fatkhur. 2011. Perilaku Sosial dan Perubahan Sosial Budaya dalam Masyarakat. Universitas Gunadarma.

Umanailo, M. Chairun. 2018. Perubahan Sosial di Indonesia: Tradisi, Akomodasi, dan Modernisasi. University Of Iqra Buru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fashion Show

Kebijakan Peraturan Perundang-undangan Kehutanan